Pecat Allegri, Presiden Juventus: Itu Keputusan Tersulit | Scr99 Bandar Bola | Agen Judi Slot Games | Agen Judi Online | Judi Bola Online
[ 19-05-2019 ]
Pecat Allegri, Presiden Juventus: Itu Keputusan Tersulit | Scr99 Bandar Bola | Agen Judi Slot Games | Agen Judi Online | Judi Bola Online

Presiden Juventus, Andrea Agnelli, menyebut tindakan timnya untuk berpisah dengan Massimiliano Allegri pada akhir musim 2018-2019 adalah keputusan terbaik sekaligus tersulit. Agnelli berharap perpisahan itu akan membuat Juventus dan Allegri berkembang jadi lebih baik lagi.

Juventus memang harus berevolusi dari sisi permainan pada musim depan jika menilik kegagalan mereka di Liga Champions pada era Allegri. Allegri memang berhasil membuat Juventus amat tak tergoyahkan di Liga Italia dalam lima musim terakhir tetapi hal yang berbeda terjadi di Liga Champions.


Allegri tercatat dua kali membawa Juventus ke final Liga Champions tetapi selalu menjadi yang kedua. Final Liga Champions pertama Allegri bersama Juventus tersaji pada musim 2014-2015 saat takluk 1-3 dari Barcelona.


Selang dua musim kemudian, Juventus lagi-lagi takluk dari wakil Liga Spanyol di partai puncak. Kali ini giliran Real Madrid yang mengandaskan Juventus dengan skor telak 1-4. Faktor gagalnya Allegri di Liga Champions disinyalir membuat Juventus mengambil langkah untuk berpisah dengannya pada akhir musim ini.


Meskipun begitu, jasa besar Allegri yang telah memberikan 11 trofi untuk Juventus tak bisa dihapuskan begitu saja. Allegri termasuk salah satu pelatih yang memberikan Bianconerri –julukan Juventu– banyak trofi hingga saat ini.

“Yang terpenting, saya menemukan seorang teman dalam sosok Massimiliano Allegri. Ini merupakan keputusan dari banyak fokus dan emosi, tetapi ketika kami berurusan dengan keputusan ini, kami perlu memastikan itu adalah keputusan terbaik untuk Juventus,” ujar Agnelli, seperti yang dikutip dari laman resmi Juventus, Minggu (19/5/2019).

“Pada akhir beberapa refleksi dan analisis, kami mengidentifikasi bahwa ini adalah keputusan terbaik untuk dibuat. Namun, itu juga tersulit yang harus saya buat selama di Juventus,” pungkasnya.