Menjadi Disabilitas, Donald: Ini Bukan Cerita Sedih | Judi Sabung Ayam Online | Sabung Ayam Terpercaya
[ 20-09-2018 ]
Menjadi Disabilitas, Donald: Ini Bukan Cerita Sedih | Judi Sabung Ayam Online | Sabung Ayam Terpercaya

Jakarta - Donald Santoso kehilangan kemampuan berlari dan melompat. Sempat frustrasi, kini dia bilang itu bukan cerita sedih. 

Donald cedera saat berlatih menjelang sebuah pertandingan untuk sekolahnya 12 tahun silam. Merasa itu hanyalah cedera biasa, dia siap diturunkan pada pertandingan. Dia masih bisa berjalan waktu itu. Sakit, tapi tidak mengganggu. 

Dia masih percaya diri saat memasuki lapangan. Tapi, cedera itu bukan cedera biasa. Dia mati kutu. Saat salah satu rekan mengarahkan bola kepadanya, kakinya tak bisa diangkat, tak mau diajak berlari. 

Ditangani dokter, Donald disarankan untuk menjalani operasi. Saat itu, dia optimistis bisa pulih kembali.

"Semua rencana sudah disusun untuk pemulihannya. Tapi, ternyata semua enggak berjalan sesuai plan. Saya enam kali operasi, enam kali pula gagal," ujar dia dalam One on One dengan Scr99ID.

Situasi itulah yang membuat Donald kehilangan semangat. Apalagi, dia tak bisa lagi bermain basket, berkumpul bersama teman-temannya. 

"Cedera itu biasa dalam olahraga. Jatuh, keseleo. Itu normal. Tapi, yang bikin saya down itu journey-nya. Dokter sudah susun rencana saya harus tahu lakukan ini agar sembuh, lakukan operasi ada opsi, rehabnya ini, ada hasil 70-90 persen bisa begini. Selalu ada plan. Tapi, plan selalu ganti. Salah diagnosis, sekrup dapat rekasi berlawanan dari tubuh saya. Selalu gagal," ujar dia. 

Sudah begitu tak sedikit yang menilai dia tak akan ke mana-mana. Tak sedikit yang secara langsung atau tidak langsung mengungkapkan cedera itu sudah jadi sial bagi Donald. 

Tapi keluarga dan teman-temannya mampu mengangkat mental Donald. Dia bangkit, menjadi mahasiswa dan menemukan 'rumah' dibasket kursi roda. Kini, dia tercatat sebagai penggagas basket kursi roda Indonesia. Juga kapten Timnas basket kursi roda ke Asian Para Games 2018.

"Hahaha, enggak waktu itu saya enggak sampai untuk mengakhiri hidup. Enggak seburuk itu, ini bukan cerita sedih. Ini cerita satu orang yang walaupun saya ada hambatan di depan, semua orang akan menghadapi tantangan seperti ini. Kalau drama iya waktu itu saya masih SMA!" ujar Donald mengenang periode berat itu. 

"Hambatan itu kan bisa apa saja, fisik, keuangan, keluarga, itu sama. Enggak ada kan yang bilang kalau tantangan difable itu lebih parah. Tidak, tidak seperti itu. Kami terbatas, iya, tapi bisa main kursi roda basket. Ini normal saja," ujar dia.