Milan Petrovic Anggap Biasa Tekanan dari Aremania | Agent Judi Online Terbesar Di Indonesia | Slot | Hunt Fish | CockFight | S sport | M sport
[ 24-08-2018 ]
Milan Petrovic Anggap Biasa Tekanan dari Aremania | Agent Judi Online Terbesar Di Indonesia | Slot | Hunt Fish | CockFight | S sport | M sport

Tren negatif yang dialami Arema FC sebelum jeda kompetisi Gojek Liga 1 bersama Bukalapak sempat membuat sang pelatih, Milan Petrovic, mendapatkan banyak kritik dari Aremania.

Hal itu menyusul tiga hasil imbang beruntun yang didapatkan Arema di kandang sendiri, yakni ditahan PS Tira, Persija Jakarta, dan Borneo FC.

Namun, tekanan dari suporter ternyata dianggap Milan sebagai hal yang wajar karena penonton datang ke stadion memberikan dukungan dan berharap dibalas dengan kemenangan.

"Saya mengerti terkait tekanan dari suporter. Setiap saat pasti ada hal seperti itu. Tapi, saya enjoy dengan pekerjaan ini. Saat ini tidak ada masalah dengan manajemen dan klub," kata Milan.

Sebelumnya, situasi Arema sempat diliputi kekecewaan. Manajemen pun merasa sedih dengan tim Singo Edan yang tak kunjung keluar dari tren negatif sehingga saat ini mereka terjebak di urutan ke-14 dengan 25 poin.

"Sekarang kami coba memperbaiki situasi. Butuh kerja keras untuk kembali ke tren positif. Yang utama, saya ingin mengembalikan performa pemain ke level terbaik mereka," jelas pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut.

Memang bukan hal mudah bagi Milan untuk memenuhi tuntutan menang dari Aremania karena pada laga selanjutnya di Liga 1, mereka harus bermain di markas Persib Bandung yang saat ini jadi pimpinan klasemen sementara.

"Sekarang saya tidak akan melakukan eksperimen. Akan saya tempatnya pemain terbaik di setiap posisi," lanjutnya.

Milan sempat melakukan eksperimen dengan menempatkan dua stoper di posisi lain, yakni Hamka Hamzah jadi striker dan Arthur Cunha menjadi gelandang bertahan. Hasil dari eksperimen tersebut adalah dua kali imbang di kandang sendiri.

Hal ini menyulut kritik dari Aremania sehingga kelompok suporter Arema itu meminta Milan untuk menghentikan ekperimen tersebut dan memakai pemain di posisi asli mereka.