Deschamps Ungkap Alasan Tak Panggil Martial dan Lacazette |
Deschamps Ungkap Alasan Tak Panggil Martial dan Lacazette | Agent Judi Sambung Ayam Nomor 1 Indonesia | Coockfight |
[ 18-05-2018 ]
Deschamps Ungkap Alasan Tak Panggil Martial dan Lacazette | Agent Judi Sambung Ayam Nomor 1 Indonesia | Coockfight |

Paris - Anthony Martial dan Alexandre Lacazette tak masuk ke dalam skuat Prancis di Piala Dunia 2018. Pelatih timnas Prancis Didier Deschamps membeberkan alasannya.
Skuat Prancis untuk Piala Dunia 2018 diumumkan pada hari Kamis (17/5/2018) waktu setempat. Dari daftar tersebut tak ada nama Martial dan Lacazette.
Martial sejauh ini memang mengalami penurunan performa di Manchester United. Striker 22 tahun itu sudah tak mencetak gol dalam 12 laga terakhir dengan MU.
Sementara itu, setelah puluh dari cedera yang didapat pada Maret lalu, Lacazette mengalami peningkatan performa. Pemain Arsenal itu mencetak delapan gol dari 10 laga terakhir.
Lantas, apa yang membuat Deschamps tak mau membawa kedua pemain itu, meski sempat oke dalam laga uji coba terakhir melawan Jerman?
"Mereka bagus saat melawan Jerman, tapi seluruh tim juga demikian. Dan itu masih pertandingan uji coba lho, bahkan meskipun melawan kubu Jerman. Saya memiliki dua pemain ini di beberapa situasi, baik sebagai starter maupun pemain penggantinya," kata Deschamps seperti dikutip dari Metro.
"Saya punya analisis lengkap berdasarkan performa yang mereka tunjukkan kepada saya dan peran yang bisa mereka ambil di Piala Dunia. Alex cedera di bulan Maret, Anthony juga baru kembalilah."
"Ada kompetisi yang begitu kuatnya di lini depan. Saya sendiri menganggap (Oliver) Giroud, (Antoine) Griezmann, (Kylian) Mbappe dan (Nabil) Fekir sebagai striker tangguh, meskipun jika mereka bermain di posisi lainnya, ya."
"Silakan lihat performa Mbappe saat melawan Rusia baru-baru ini, saya rasa tidak perlu menumpuk pemain di posisi yang samalah," tegasnya.
Sementara itu, gelandang Dimitri Payet juga tak akan ikut terbang ke Rusia. Payet mengalami cedera saat membela Marseille di laga final Liga Europa melawan Atletico Madrid pada (Kamis (18/5/2018) 
Dia mulanya adalah kandidat seriusuntuk masuk ke daftar 23 pemain, tapi untuk cedera seperti ini, biasanya butuh tiga pekan pemulihan," kata Deschamps soal pencoretan Payet seperti dikutip Reuters.
"Dan ada risiko melukai diri sendiri lagi dengan cedera seperti ini dan saya harus memberikan daftar final ke FIFA pada 4 Juni."
Prancis tergabung di Grup C bersama Australia, Denmark, dan Peru. Prancis akan mengawali kiprahnya dengan menghadapi Australia pada 16 Juni.
Prancis jadi salah satu unggulan di Piala Dunia 2018. Sang pelatih, Didier Deschamps, diyakini sudah punya semua kunci untuk mengantarkan Prancis juara.
Prancis datang ke Piala Dunia 2018 dengan status runner-up Piala Eropa 2016 lalu. Les Bleus kalah dari Portugal dalam partai final turnamen yang digelar di negara mereka sendiri.
Kendati juara, hasil itu dinilai sudah menunjukkan sebuah progres. Sebab pada Piala Dunia 2014 di Brasil, Prancis terhenti di perempatfinal. Kini mereka diekspektasikan bisa menjejak final dan mengejar titel juara.
Eks pemain timnas Prancis Alain Boghossian percaya saat ini Deschamps punya komposisi yang dibutuhkan untuk juara. Tak hanya punya skuat yang berisi bintang-bintang seperti Antoine Griezmann, Paul Pogba, N'Golo Kante, atau Kylian Mbappe, namun dia juga sudah sangat mengenal para pemain mengingat sudah menangani timnas sejak 2012.
"Dulu Aime Jacquet sering bilang: Orang-orang mengingat siapa yang juara dan melupakan yang finis kedua. Kita tak bisa bilang telah menjalani Piala Dunia yang baik di Rusia kalau finis ketiga atau keempat," ujar Boghossian pada situs resmi FIFA.
"Sebagai mantan pemain, pelatih, dan fan timnas Prancis, bagi saya hasil yang bisa diterima hanyalah juara. Beberapa orang mungkin bilang itu terlalu cepat, tim ini masih terlalu muda. Saya tidak setuju."
"Didier sudah memimpin tim ini selama lima tahun dan punya para pemain yang tampil di tim-tim terbaik di liga-liga terbaik Eropa. Ia memiliki semua kunci yang dibutuhkan, tergantung dia untuk menemukan gemboknya," imbuh pria yang turut mengantar Prancis juara Piala Dunia di 1998 ini.
Prancis berada di Grup C pada Piala Dunia nanti, bersama Australia, Peru, dan Denmark.